
Jayapura, 7 September 2026 — Sebuah tahapan penting dalam perjalanan pendidikan Satuan Praja Angkatan XXXVI Program Sarjana Terapan di Institut Pemerintahan Dalam Negeri Kampus Papua ditandai melalui Upacara Kenaikan Tingkat dan Pangkat Praja Pratama Angkatan XXXVI yang berlangsung di Aula Roberth Isr, Senin (7/9/2026).
Upacara tersebut diikuti oleh Satuan Praja Angkatan XXXVI yang mengemban Program Studi Politik Indonesia Terapan serta dihadiri oleh civitas akademika IPDN Kampus Papua. Kepala Bagian Administrasi Umum dan Sistem Informasi, Arif Fahmi Agustiar, bertindak sebagai inspektur upacara.
Kenaikan tingkat dan pangkat bukan sekadar perubahan tanda kepangkatan yang melekat pada seragam Praja. Momentum tersebut menjadi penanda bertambahnya tanggung jawab, kedewasaan, serta tuntutan untuk terus meningkatkan kualitas diri selama menempuh pendidikan kedinasan.
Dalam arahannya, Arif Fahmi Agustiar menyampaikan bahwa perjalanan untuk menyelesaikan pendidikan kedinasan bukanlah sesuatu yang mudah. Dibutuhkan kemauan yang kuat, semangat pantang menyerah, serta keinginan untuk terus berkembang agar setiap Praja mampu mempersiapkan diri menjadi pamong yang memberikan manfaat bagi bangsa dan negara.
Pesan tersebut menjadi pengingat bahwa setiap tahapan yang dilalui dalam pendidikan memiliki arti penting dalam proses pembentukan karakter dan kompetensi. Kenaikan tingkat dan pangkat yang diterima hari itu bukanlah akhir dari sebuah perjuangan, melainkan awal dari tanggung jawab yang lebih besar. “Untuk menyelesaikan sekolah kedinasan ini tidaklah mudah. Dibutuhkan kemauan yang tinggi, semangat pantang menyerah, dan keinginan untuk terus berkembang,” demikian arahan yang disampaikan kepada Satuan Praja Angkatan XXXVI.

Usai penyampaian arahan, prosesi dilanjutkan dengan penyematan evelat baru kepada para Praja sebagai simbol kenaikan tingkat dan pangkat.
Penyematan tersebut menjadi salah satu momen penting dalam upacara. Evelat yang kini tersemat pada seragam bukan hanya menunjukkan perubahan tingkat dan pangkat, tetapi juga merepresentasikan perjalanan yang telah ditempuh serta amanah yang semakin besar untuk dijalankan.
Setiap Praja yang menerima evelat baru diharapkan mampu memaknai kenaikan tersebut sebagai dorongan untuk meningkatkan kedisiplinan, kompetensi, integritas, dan semangat belajar dalam menjalani pendidikan di IPDN Kampus Papua.

Rangkaian upacara juga dirangkaikan dengan pemberian penghargaan kepada Praja berprestasi pada Program Studi Politik Indonesia Terapan.
Marthasya Jeneva Marbun, asal pendaftaran Provinsi Nusa Tenggara Timur, menerima Piagam Penghargaan Adhi Karyatama sebagai Praja Pratama dengan nilai tertinggi pada bidang pelatihan Program Studi Politik Indonesia Terapan.
Sementara itu, Dinda Aurelia Sinaga, asal pendaftaran Provinsi Sumatera Utara, menerima Piagam Penghargaan Adhi Kertyasa sebagai Praja Pratama dengan nilai tertinggi pada bidang pengajaran Program Studi Politik Indonesia Terapan.
Pemberian penghargaan tersebut menjadi bentuk apresiasi atas capaian yang diraih sekaligus motivasi bagi seluruh Praja untuk terus berprestasi di tengah proses pendidikan yang menuntut kedisiplinan, ketekunan, dan konsistensi.
Momentum kenaikan tingkat dan pangkat serta penghargaan bagi Praja berprestasi tersebut memperlihatkan bahwa setiap proses yang dijalani memiliki hasil yang patut diapresiasi. Di balik seragam yang dikenakan dan evelat yang disematkan, terdapat perjuangan, pembelajaran, serta tanggung jawab yang terus bertumbuh. Bagi Satuan Praja Angkatan XXXVI, langkah menuju tingkat berikutnya menjadi bagian dari perjalanan panjang untuk mempersiapkan diri sebagai calon pamong yang tidak hanya memiliki kompetensi akademik, tetapi juga karakter, integritas, dan semangat pengabdian.