Seminar Penanggulangan HIV AIDS

(Jayapura, 22 Januari 2014)

Rabu, hari ini bertepatan tanggal 22 Januari 2014, IPDN Kampus Papua kedatangan tamu dari Komisi Penanggulangan AIDS Provinsi Papua. Sekitar pukul 9 pagi ini, teriakan aba-aba ‘Siap Grak’ dari Komandan Jajaran Kehormatan Polisi Praja menandakan tamu sudah tiba di tempat, sekaligus mendapati bahwa adalah pemateri tunggal yang akan membawakan hingga 3 jam berikutnya bagi kami untuk mengenal lebih dalam perihal HIV dan AIDS.

Adalah bapak drh. Constant Karma yang menjadi pemateri tunggal, berjalan melewati barisan praja yang duduk dengan rapinya. Menyeret pandangan para praja gerangan siapa kah yang hendak memberikan mereka ilmu yang tidak setiap hari diperoleh ini. Dan Beliau merupakan Ketua Pelaksana Harian Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Provinsi Papua. Sebuah Organisasi di bawah naungan Pemerintah Provinsi Papua berjuang melawan virus mematikan yang belum ditemukan obatnya ini. Dengan Slogan “Informasi yang benar, tapat sasaran, dan terus menerus adalah awal dari pencegahan HIV.” Bermaksud mensosialisasikan bahaya HIV AIDS kepada Praja IPDN Kampus Papua. Dalam hal ini beliau menjelsakan bahwa Inveksi HIV dapat melaluai berbagai cara dan hal tersebut yang berhubungan dengan cairan darah. Sehingga menjadikan kita harus berhati-hati dalam menerima donor darah, maupun mendonorkan darah karena untuk mengidentifikasi seseorang yang terjangkit HIV, atau disebut ODHA (Orang Dengan HIV AIDS) tidaklah dapat dinilai dari penampilan atau bentuk fisiknya, meskipun melalui pengecekan laboratorium dalam waktu dekat virus tersebut belum teridentifikasi, butuh waktu sekitar 3-4 tahun sejak awal virus bersemayam dalam tubuh.

Selain dari kontak darah, penularan virus HIV menurut data yang ada, adalah melalui hubungan seksual lewat pertukaran cairan kelamin, karena virus HIV hidupnya selain di dalam darah, hidup juga di dalam cairan kelamin baik laki-laki maupun perempuan. Dan kita sebagai praja IPDN ditekankan utnuk tidak melakukan hubungan seksual untuk menghindari hal tersebut. Menghindari HIV AIDS, salah satunya dengan memperhatikan jarum suntik ketika bertransfusi darah atapun melakukan pemberian obat melalui jarum suntik, apakah jarum tersebut telah digunakan oleh pasien sebelumnya, dan kita sebagai pasien berhak untuk meminta jarum suntik yang baru dibuka dari bungkusnya. selain itu menghindari HIV dapat pula dengan mempertebal iman, mendekatkan diri kepada Tuhan Yang Maha Esa, agar terhidar dari perbuatan yang mendekati penularan virus HIV.

Dengan penyampaian pesan ataupun arahan yang disampaikan oleh beliau kami praja IPDN terbuka wawasannya sehingga dikemudian harinya diharapkan dapat mensosialisasikan ataupun dapat memberikan informasi yang tepat kepada masyarakat secara luas mengenai virus HIV dan dan pencegahannya (deni sufi)

Berita

Pemilihan Putri Cendrawasi 2013 Di Lingkungkan IPDN Kampus Papua

DSC_0375

Berita